Sudah nonton film kartun “Upin dan Ipin” belum? Terutama yang punya anak kecil nih, nonton “Upin dan Ipin” bisa dijadikan sarana untuk mendidik sekaligus bermain lho, terutama mengenalkan tentang puasa dan lebaran.
“Upin dan Ipin” merupakan sebuah film kartun berdurasi pendek, rata-rata 10 menit dan tersaji dalam enam episode. Film tersebut sangat kental dengan bahasa Melayu, dan banyak pihak yang mengatakan berasal dari Malaysia dan pernah disiarkan oleh TV9.
Film animasi 3D ini menjadi begitu spesial karena tema yang ditampilkan adalah mengenai Puasa dan Lebaran. Selain lucu dan menggemaskan, pesan moral yang ingin disampaikan oleh sang sutradara terlihat sederhana dan mudah dicerna. Penggambaran sosok anak berumur 5 tahunan ini menjadi sempurna dengan efek 3D yang sedemikian halusnya. Penokohannya pun terbilang sederhana, sesuai dengan kehidupan sehari-hari, terutama anak-anak.
“Upin dan Ipin” adalah saudara kembar yatim piatu. Mereka tinggal serumah dengan kakaknya, Kak Ros dan Opa (nenek). Selain kakak beradik Upin & Ipin, tokoh lainnya adalah Mak Uda (Opah), Rose dan Rajoo. Namun begitu, ada beberapa watak baru yaitu Ehsan, Fizi dan juga Mei-Mei untuk memperkenalkan kebudayaan Malaysia dan juga syiar Islam.
Ceritanya diawali kisah menjelang puasa Ramadhan, Ipin dan Upin yang baru pertama kali mendengar Apa itu Puasa?, dengan gaya lugu khas anak-anak bertanya seputar Puasa. Ketika dijelaskan oleh Opa-nya, bahwa puasa itu menahan lapar alias tidak makan dari terbit fajar(subuh) sampai maghrib! Maka dengan lugunya Ipin dan Upin pun mengkritisi “Bisa matilah klo tak makan seharian”. Dengan penuh kesabaran sang Opa mampu menjelaskan tentang puasa dan seputar Ramadhan. Kisahpun berlanjut dari sahur, kegiatan di siang hari puasa, berbuka puasa, sholat tarawih, hingga hari raya dan berziarah kubur ke makan kedua orang tuanya.
So, segera nikmati film kartun Upin dan Ipin yang sangat mendidik dan bisa memberikan pelajaran seputar puasa dan lebaran kepada anak-anak kita.
Buat yang penasaran bisa lihat videonya di youtube..
Upin & Ipin episode 1 “Esok Puasa”
Upin & Ipin episode 2 “Dugaan”
Upin & Ipin episode 3 “Nikmat”
Upin & Ipin episode 4 “Terawih”
Upin & Ipin episode 5 “Esok Raya”
Upin & Ipin episode 6 “Hari Raya”
Upin & Ipin episode 7 “Tadika”
Upin & Ipin episode 8 “Anak Bulan”
Upin & Ipin episode 9 “Adat” & 10
Upin & Ipin episode 11 “Lailatul Qadar”
Upin & Ipin episode 12 “Kisah dan Tauladan”
Upin & Ipin episode 13 “We Love Kak Ros”
Upin & Ipin episode 14 “Ketupat”
Upin & Ipin episode 15 “Zakat Fitrah”
Upin & Ipin episode 16 “Malam Syahdu”
Upin & Ipin episode 17 “Pagi Raya”
Upin & Ipin episode 18 “Berkat”
Rasanya sulit menemukan film seperti ini di Indonesia, karena masyarakat lebih menggemari acara-acara seperti gosip, sinetron yang tidak mendidik yang mementingkan rating / traffic yang tinggi. Termasuk acara seperti kontes dangdut, Indonesian Idol, Mamamia yang ujung-ujungnya hanya mengambil keuntungan dari sms-sms yang dikirim dari masyarakat. Coba pikir berapa milyar uang yang bisa dikeruk dari bisnis ini hanya dengan modal sedikit dan hadiah yang kecil pula. Sinetron-sinetron juga tidak jauh dari seputar cek-cok rumah tangga, si kaya dan si miskin, cinta remaja ke arah pergaulan bebas, atau hedonisme dan impian dunia yang instan. Padahal anak-anak membutuhkan tayangan seperti ini agar mereka bisa belajar namun juga tetap bisa bermain. Ayo donk para sutradara bangkit, tidakkah kalian melihat ini semua dan merasakannya juga? Tidakkah kalian merasa sudah merenggut masa kecil mereka yang seharusnya bisa bermain sambil belajar?










