Monthly Archives: October 2008

Sudah nonton film kartun “Upin dan Ipin” belum? Terutama yang punya anak kecil nih, nonton “Upin dan Ipin” bisa dijadikan sarana untuk mendidik sekaligus bermain lho, terutama mengenalkan tentang puasa dan lebaran.

“Upin dan Ipin” merupakan sebuah film kartun berdurasi pendek, rata-rata 10 menit dan tersaji dalam enam episode. Film tersebut sangat kental dengan bahasa Melayu, dan banyak pihak yang mengatakan berasal dari Malaysia dan pernah disiarkan oleh TV9.

Film animasi 3D ini menjadi begitu spesial karena tema yang ditampilkan adalah mengenai Puasa dan Lebaran. Selain lucu dan menggemaskan, pesan moral yang ingin disampaikan oleh sang sutradara terlihat sederhana dan mudah dicerna. Penggambaran sosok anak berumur 5 tahunan ini menjadi sempurna dengan efek 3D yang sedemikian halusnya. Penokohannya pun terbilang sederhana, sesuai dengan kehidupan sehari-hari, terutama anak-anak.

“Upin dan Ipin” adalah saudara kembar yatim piatu. Mereka tinggal serumah dengan kakaknya, Kak Ros dan Opa (nenek). Selain kakak beradik Upin & Ipin, tokoh lainnya adalah Mak Uda (Opah), Rose dan Rajoo. Namun begitu, ada beberapa watak baru yaitu Ehsan, Fizi dan juga Mei-Mei untuk memperkenalkan kebudayaan Malaysia dan juga syiar Islam.

Ceritanya diawali kisah menjelang puasa Ramadhan, Ipin dan Upin yang baru pertama kali mendengar Apa itu Puasa?, dengan gaya lugu khas anak-anak bertanya seputar Puasa. Ketika dijelaskan oleh Opa-nya, bahwa puasa itu menahan lapar alias tidak makan dari terbit fajar(subuh) sampai maghrib! Maka dengan lugunya Ipin dan Upin pun mengkritisi “Bisa matilah klo tak makan seharian”. Dengan penuh kesabaran sang Opa mampu menjelaskan tentang puasa dan seputar Ramadhan. Kisahpun berlanjut dari sahur, kegiatan di siang hari puasa, berbuka puasa, sholat tarawih, hingga hari raya dan berziarah kubur ke makan kedua orang tuanya.

So, segera nikmati film kartun Upin dan Ipin yang sangat mendidik dan bisa memberikan pelajaran seputar puasa dan lebaran kepada anak-anak kita.

Buat yang penasaran bisa lihat videonya di youtube..

Upin & Ipin episode 1 “Esok Puasa”

Upin & Ipin episode 2 “Dugaan”

Upin & Ipin episode 3 “Nikmat”

Upin & Ipin episode 4 “Terawih”

Upin & Ipin episode 5 “Esok Raya”

Upin & Ipin episode 6 “Hari Raya”

Upin & Ipin episode 7 “Tadika”

Upin & Ipin episode 8 “Anak Bulan”

Upin & Ipin episode 9 “Adat” & 10

Upin & Ipin episode 11 “Lailatul Qadar”

Upin & Ipin episode 12 “Kisah dan Tauladan”

Upin & Ipin episode 13 “We Love Kak Ros”

Upin & Ipin episode 14 “Ketupat”

Upin & Ipin episode 15 “Zakat Fitrah”

Upin & Ipin episode 16 “Malam Syahdu”

Upin & Ipin episode 17 “Pagi Raya”

Upin & Ipin episode 18 “Berkat”

Rasanya sulit menemukan film seperti ini di Indonesia, karena masyarakat lebih menggemari acara-acara seperti gosip, sinetron yang tidak mendidik yang mementingkan rating / traffic yang tinggi. Termasuk acara seperti kontes dangdut, Indonesian Idol, Mamamia yang ujung-ujungnya hanya mengambil keuntungan dari sms-sms yang dikirim dari masyarakat. Coba pikir berapa milyar uang yang bisa dikeruk dari bisnis ini hanya dengan modal sedikit dan hadiah yang kecil pula. Sinetron-sinetron juga tidak jauh dari seputar cek-cok rumah tangga, si kaya dan si miskin, cinta remaja ke arah pergaulan bebas, atau hedonisme dan impian dunia yang instan. Padahal anak-anak membutuhkan tayangan seperti ini agar mereka bisa belajar namun juga tetap bisa bermain. Ayo donk para sutradara bangkit, tidakkah kalian melihat ini semua dan merasakannya juga? Tidakkah kalian merasa sudah merenggut masa kecil mereka yang seharusnya bisa bermain sambil belajar?

Pernahkah antivirus kita mendeteksi suatu file yang dianggap sebagai virus namun kita tidak yakin? Saya menggunakan antivirus Avira Premium Security Suite dan sering menemui hal demikian, yaitu dimana suatu file terdeteksi sebagai virus namun saya tidak yakin itu adalah virus. Nah bagaimana caranya agar kita yakin kalau file yang dianggap virus tersebut bukanlah sebuah virus atau memang benar-benar virus?

VirusTotal menawarkan solusi yang mudah bagi kita.
VirusTotal adalah layanan online yang bertujuan menganalisa file yang mencurigakan dan memberikan fasilitas deteksi yang cepat mencakup virus, worm, trojan dan berbagai jenis malware yang dideteksi berbagai antivirus.

Berikut daftar Perusahaan/vendor yang ikut berpartisipasi di VirusTotal:

 

Meskipun kemampuan deteksi multiple antivirus jauh lebih akurat dibandingkan dengan satu antivirus saja, tetapi VirusTotal tidak bisa menjamin 100% bahaya atau tidaknya sebuah file tersebut. Dan memang sampai saat ini belum ada antivirus yang menawarkan akurasi 100% dalam mendeteksi virus dan malware.

Tetapi daripada kita harus menginstall sekian banyak antivirus di PC kita tentu akan sangat merepotkan sekali dan belum tentu bisa berjalan semuanya atau tidak bisa diinstall malahan. Namun perlu diperhatikan disini bahwa VirusTotal bukanlah pengganti antivirus yang diinstall di PC, karena ini hanya dapat melakukan scanning untuk file yang mencurigakan saja. Jadi kita tetap harus mempunyai antivirus sendiri untuk PC.

Sumber Informasi

Semoga bermanfaat

Suatu kali saya melihat rekan kerja saya yang sedang melototin komputer dan kertas dokumennya. Ternyata dia sedang membandingkan data antara kertas dokumen tersebut dengan data di komputer.
Nah ternyata kertas dokument yang harus dibandingan ada puluhan lembar, gimana tidak sakit tuh mata rekan saya. Kemudian saya berfikir sejenak, apakah tidak ada cara lain agar pekerjaan ini menjadi sedikit lebih mudah?

Kemudian saya coba scan kertas dokumen tersebut menjadi pdf, namun ternyata hasilnya adalah pdf tersebut bukan berupa text namun image, dan kita tidak mungkin mencari kata pada image.
Lalu saya tanya-tanya paman saya, Google.com. Dan akhirnya saya menemukan jawabannya, yaitu dengan OCR.

Pada saat proses pemindaian dokumen terutama dokumen teks, hasil output masih berupa format gambar flat sehingga teks tidak dapat diubah atau disalin secara langsung.
Untuk itu diperlukan sebuah proses lagi yaitu Optical Character Recognition (OCR).

OCR adalah aplikasi yang menerjemahkan gambar karakter (image character) menjadi bentuk teks dengan cara mencocokkan pola karakter per baris dengan pola yang telah tersimpan dalam database aplikasi.
Misalnya user menggambar suatu karakter alphabet pada bidang yang ditentukan kemudian OCR akan mendeteksi apakah yang digambarkan tersebut mendekati suatu karakter alphabet tertentu.
Hasil dari proses OCR adalah berupa teks sesuai yang tampak pada gambar output scanner dimana tingkat keakuratan penerjemahan karakter tergantung dari tingkat kejelasan gambar.

Saat ini dipasaran sudah banyak tersedia perangkat lunak yang mampu menangkap output dari alat pemindai sekaligus melakukan proses OCR secara langsung dan kemudian menyimpannya dalam format yang diinginkan, misalnya Abby Fine Reader, OmniPage Pro, Adobe Acrobat Professional.

Tau khan kalian sama Marie Digby? Rising stars dikancah musik international, dan ‘heboh’ dengan video -videonya di YouTube. Kalo yang suka denger musik di youtube pastinya tau.

Marie Digby

Marie Digby

Nama Lengkapnya Marié Christina Digby, rada-rada Japanese (bukan Javanese lho) dicampur bule karena memang dia setengah Jepang dari nyokapnya dan setengah Amrik dari bokapnya.
Pertama liat orangnya sih jelas cakep. But wait… liat yang lainnya donk, bukan cuma karena wajahnya saja yang cakep, tapi suaranya mantap banget men.
Si Marie ini main gitar akustiknya keren..powerfull.

Video Marie ini kebanyakan adalah video dia ngecover lagu – lagu orang lain dengan versi dia sendiri,
si Marie ini juga udah bikin lagu sendiri loh, unfold (2008) adalah album terbarunya.

Marie Digby – Unfold (2008)

  1. Marie Digby – fool.mp3
  2. Marie Digby – better off alone.mp3
  3. Marie Digby – say it again.mp3
  4. Marie Digby – miss invisible.mp3
  5. Marie Digby – stupid for you.mp3
  6. Marie Digby – girlfriend.mp3
  7. Marie Digby – traffic.mp3
  8. Marie Digby – voice on the radio.mp3
  9. Marie Digby – spell.mp3
  10. Marie Digby – beauty in walking away.mp3
  11. Marie Digby – unfold.mp3
  12. Marie Digby – umbrella.mp3

* Video – videonya di Youtube

* Profilenya di Myspace

* Profilenya di friendster

laskar_pelangi_the_movie

laskar_pelangi_the_movie

Lain ladang, lain ilalang – lain novel, lain film. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Novel mempunyai ruang, waktu dalam bercerita sedangkan film paling lama hanya tiga jam itupun jarang sekali namun film banyak menampilkan rangsangan-rangsangan pada indera kita. Respon dan reaksipun beragam dan berbeda.

Setelah mudik dari kampung halaman, saya akhirnya menyempatkan diri untuk mengajak istri menonton film terbaru yang diangkat dari novel best seller Andrea Hirata “Laskar Pelangi”. Saya sebenarnya sudah membaca novelnya namun saya penasaran dengan filmnya, apakah akan berakhir sama dengan ketidakpuasan saya terhadap film-film lain yang diangkat dari sebuah novel.

Dalam film tersebut saya merasa ada perbedaan dan saya agak dibuat meloncat-loncat memutar otak “ini bagian yang mana? Koq begini sih?”. Namun tidak memungkiri kadang saya dibuat kagum dengan tingkah bocah-bocah belitung ini, dan suasananya. Dan menurut saya setting tempat dan pemilihan karakter cukup pas, meskipun hanya beberapa karakter saja yang menonjol yaitu Ikal, Mahar, Lintang, Bu Mus, dan Pak Harfan sesuai novelnya.

Ada beberapa bagian yang saya suka dalam film ini diantaranya ketika Ikal jatuh cinta pada anak pedagang Toko Sinar Harapan, A Ling. Adegan ketika Ikal melihat kuku-kuku cantik A Ling yang kemudian diberi efek sinar dan bunga-bunga mekar yang sangat pas dengan suasana hati Ikal saat itu. Saya terpingkal-pingkal dibuatnya. Kemudian sampai pada saat ketika Ikal patah hati ketika tahu A Ling pergi ke Jakarta. Ikal diam seribu bahasa bahkan pada film tersebut digambarkan barang dagangan di toko pada jatuh semua dan kotak kapur jatuh berantakan sangat pas sekali. Sekali lagi saya tertawa kencang. Bahkan si Mahar menyanyikan lagu bunga seroja untuk Ikal, lucu banget, dengan polosnya laskar pelangi yang lain ikut menari “kosidahan”. Saya ingat lagu ini sangat disukai Mertua saya, bahkan keponakan saya yang masih umur belum genap 3 tahun bisa menyanyikan, maklum Mertua saya dari Melayu.

Kemudian Mahar, seniman kecil yang suka sekali mendengarkan musik di radio, terutama jazz. Hanya dengan model menjemur baterai yang sudah habis di atap sekolah Mahar bisa mendengarkan radio terus menerus tanpa harus membeli baterai baru, sungguh cerdik. Mahar adalah kunci kesuksesan SD Muhammadiyah untuk pertama kali yaitu ketika lomba karnaval. Hanya dengan modal daun, buah gatal yang dikalungkan, bocah-bocah laskar pelangi berhasil menyabet juara. Sungguh lucu menggelikan.

Lintang. Bocah pesisir yang pertama kali datang ke sekolah mendaftarkan diri untuk sekolah meskipun jauh sekali jarak rumahnya dengan sekolah SD Muhammadiyah. Karakter Lintang dari awal membuat saya dan istri tertegun, kagum. Bahkan pemerannya pas, klop menurut saya. Saya merasa karakter lintanglah yang paling menggetarkan hati, menggugah nurani, mengena sekali. Karakter seorang bocah pantang menyerah, mandiri, cerdas, menggantungkan cita-cita setinggi langit. Namun sayang ketika berhasil memperoleh piagam penghargaan atas prestasi juara cerdas cermat ayahandanya meninggal sewaktu melaut, maka Lintang pun harus putus sekolah karena harus menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya karena dia yang tertua. Bahkan ketika Ikal sudah dewasa dan kembali ke Belitung untuk mengucapkan terima kasih kepada teman-temannya, Lintang tetap tidak berubah. Menjadi kuli namun tetap mempunyai semangat dan cita-cita yang tinggi yang kemudian menurun ke anaknya, cerdas.

Wah rasanya tidak cukup klo saya banyak bercerita disini, sebaiknya anda bergegas membeli tiket dan menonton di bioskop bersama istri, suami ataupun teman-teman anda agar suasanya menjadi lebih mengasyikkan.

SD Muhammadiyah

bocah-bocah laskar pelangi

Mahar

Lintang

Ikal

Karnaval Laskar Pelangi