Upin dan Ipin – film kartun anak Islami

Posted: October 22, 2008 in Film
Tags: ,

Sudah nonton film kartun “Upin dan Ipin” belum? Terutama yang punya anak kecil nih, nonton “Upin dan Ipin” bisa dijadikan sarana untuk mendidik sekaligus bermain lho, terutama mengenalkan tentang puasa dan lebaran.

“Upin dan Ipin” merupakan sebuah film kartun berdurasi pendek, rata-rata 10 menit dan tersaji dalam enam episode. Film tersebut sangat kental dengan bahasa Melayu, dan banyak pihak yang mengatakan berasal dari Malaysia dan pernah disiarkan oleh TV9.

Film animasi 3D ini menjadi begitu spesial karena tema yang ditampilkan adalah mengenai Puasa dan Lebaran. Selain lucu dan menggemaskan, pesan moral yang ingin disampaikan oleh sang sutradara terlihat sederhana dan mudah dicerna. Penggambaran sosok anak berumur 5 tahunan ini menjadi sempurna dengan efek 3D yang sedemikian halusnya. Penokohannya pun terbilang sederhana, sesuai dengan kehidupan sehari-hari, terutama anak-anak.

“Upin dan Ipin” adalah saudara kembar yatim piatu. Mereka tinggal serumah dengan kakaknya, Kak Ros dan Opa (nenek). Selain kakak beradik Upin & Ipin, tokoh lainnya adalah Mak Uda (Opah), Rose dan Rajoo. Namun begitu, ada beberapa watak baru yaitu Ehsan, Fizi dan juga Mei-Mei untuk memperkenalkan kebudayaan Malaysia dan juga syiar Islam.

Ceritanya diawali kisah menjelang puasa Ramadhan, Ipin dan Upin yang baru pertama kali mendengar Apa itu Puasa?, dengan gaya lugu khas anak-anak bertanya seputar Puasa. Ketika dijelaskan oleh Opa-nya, bahwa puasa itu menahan lapar alias tidak makan dari terbit fajar(subuh) sampai maghrib! Maka dengan lugunya Ipin dan Upin pun mengkritisi “Bisa matilah klo tak makan seharian”. Dengan penuh kesabaran sang Opa mampu menjelaskan tentang puasa dan seputar Ramadhan. Kisahpun berlanjut dari sahur, kegiatan di siang hari puasa, berbuka puasa, sholat tarawih, hingga hari raya dan berziarah kubur ke makan kedua orang tuanya.

So, segera nikmati film kartun Upin dan Ipin yang sangat mendidik dan bisa memberikan pelajaran seputar puasa dan lebaran kepada anak-anak kita.

Buat yang penasaran bisa lihat videonya di youtube..

Upin & Ipin episode 1 “Esok Puasa”

Upin & Ipin episode 2 “Dugaan”

Upin & Ipin episode 3 “Nikmat”

Upin & Ipin episode 4 “Terawih”

Upin & Ipin episode 5 “Esok Raya”

Upin & Ipin episode 6 “Hari Raya”

Upin & Ipin episode 7 “Tadika”

Upin & Ipin episode 8 “Anak Bulan”

Upin & Ipin episode 9 “Adat” & 10

Upin & Ipin episode 11 “Lailatul Qadar”

Upin & Ipin episode 12 “Kisah dan Tauladan”

Upin & Ipin episode 13 “We Love Kak Ros”

Upin & Ipin episode 14 “Ketupat”

Upin & Ipin episode 15 “Zakat Fitrah”

Upin & Ipin episode 16 “Malam Syahdu”

Upin & Ipin episode 17 “Pagi Raya”

Upin & Ipin episode 18 “Berkat”

Rasanya sulit menemukan film seperti ini di Indonesia, karena masyarakat lebih menggemari acara-acara seperti gosip, sinetron yang tidak mendidik yang mementingkan rating / traffic yang tinggi. Termasuk acara seperti kontes dangdut, Indonesian Idol, Mamamia yang ujung-ujungnya hanya mengambil keuntungan dari sms-sms yang dikirim dari masyarakat. Coba pikir berapa milyar uang yang bisa dikeruk dari bisnis ini hanya dengan modal sedikit dan hadiah yang kecil pula. Sinetron-sinetron juga tidak jauh dari seputar cek-cok rumah tangga, si kaya dan si miskin, cinta remaja ke arah pergaulan bebas, atau hedonisme dan impian dunia yang instan. Padahal anak-anak membutuhkan tayangan seperti ini agar mereka bisa belajar namun juga tetap bisa bermain. Ayo donk para sutradara bangkit, tidakkah kalian melihat ini semua dan merasakannya juga? Tidakkah kalian merasa sudah merenggut masa kecil mereka yang seharusnya bisa bermain sambil belajar?

Comments
  1. inf lengkap bisa dilihat di http://www.upindanipin.com.my

    film ini memang buatan orang malaysia dengan bahasa melayunya yang begitu kental. Bikin ketawa saja kalo dengerin mereka bicara. bagi kita ya mbulet tuh bahasanya.. hehehe

    sebenernya Indonesia punya yang demikian, inget gak dulu waktu awal tahun 90-an indonesia bikin film satria nusantara dan hela, heli, helo..

    itu termasuk film animasi indonesia yang garapannya cukup halus untuk ukuran tahun segitu.

    Namun tak lama kemudian bangsa eropa dan amerika produksi film yang lebih berkelas, elit dan dijual murah di dataran asia pasifik.

    Yang berbeda adalah Indonesia berbeda sikap dengan negara2 tetangganya, sehingga pemilik stasiun TV di Indonesia lebih memilih untuk membeli film dari luar yang lebih murah daripada produksi dalam negeri. itulah mengapa kreatifitas animator di Indonesia kurang berkembang.

    Hal mendasar seperti di atas jugalah yang sebenarnya menghancurkan perekonomian bangsa ini. Tapi bagaimanapun juga I love Indonesia..;)

    Salut buat upin dan ipin dari malaysia!!!

  2. woo begitu tho, wah kalah pengetahuan sama adik sendiri gpp hehehe..
    iya jadi inget dulu kita sering lihat kartun hela-heli-helo waktu masih kecil hehehe..sip

  3. een says:

    oalah bas, tibake wes ono sing nomor 13-18 ta? ket eruh aku, soale duwe sing sampe nomor 12 thok hehe…suwun2

  4. […] buat temen2 yang pengen tau tulisan saya ttg upin dan ipin, bisa langsung ke blog kakak saya disini. Udah dibahas banyak kok, link buat liat filmnya lewat youtube jg ada. Tambahan bahasan saya bisa […]

  5. PUTRA says:

    seandainya film-film islam di indonesia bisa seperti upin dan ipin? alangkah bahagianya….

  6. dewi says:

    betul..betul..betul..
    hehehe

  7. dewwi says:

    betul..betul..betul..
    hehehe…….

  8. pringgo says:

    ha..
    betul,betul,betul,,,
    cobe saje,,
    stasiun tv menayangken film2 tekhnologi
    atau film kemileteran,,
    daan mengenag pra pahalawan di Indonesia ni,,,
    insyaallah Indonesia bisa sedikit lebih maju…..

  9. azizah says:

    filMna lutu’na…
    betul…betul…betulll…..

  10. aYis.. says:

    mOu dUnk fiLmna dipUtar lAgeee…

  11. monik says:

    keren, keren, keren.
    wemank keren film’a
    Lucu, lucu, lucu
    wemank lucu upin & ipin’a

    hwa,hwa,hwa.
    upin & ipin i luppz u,,,,,,,,,,,,,,

  12. WWW.DINI.COM says:

    MOU…DONK FILMNYA DIPUTAR LAGEEEEE……?

  13. Midobale says:

    aku bingung sama sutradara di indonesia, ceritanya kalo film sinetron,hantu,sedih pasti kisah cinta seperti di televisi RCTI, SCTV,INDOSIAR. apaan tuh acara kalian gak rame tau gak.dari pagi nyampai pagi sinetron lagi-sinetron lagi.jd aku nggak aneh ama bobrok nya akhlak nya pemuda-pemudi indonesia, kalo tayangan nya gak mendidik gitu mana bisa film kita bersaing secara internasional. jadi tolong ketiga Televisi diatas yg saya sebutkan tolong, ganti acara membosankan kalian. ceritanya kd masuk akal,sok kaya,sok pejabat. kantut……………………………………

  14. izzul jumahir says:

    betul..betul..betul.

  15. Lala says:

    Lala suka upin ipin, ceritanya lucu dan sangat mendidik. I love u upin ipin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s