Review Film Laskar Pelangi

Posted: October 5, 2008 in Film
Tags: ,
laskar_pelangi_the_movie

laskar_pelangi_the_movie

Lain ladang, lain ilalang – lain novel, lain film. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Novel mempunyai ruang, waktu dalam bercerita sedangkan film paling lama hanya tiga jam itupun jarang sekali namun film banyak menampilkan rangsangan-rangsangan pada indera kita. Respon dan reaksipun beragam dan berbeda.

Setelah mudik dari kampung halaman, saya akhirnya menyempatkan diri untuk mengajak istri menonton film terbaru yang diangkat dari novel best seller Andrea Hirata “Laskar Pelangi”. Saya sebenarnya sudah membaca novelnya namun saya penasaran dengan filmnya, apakah akan berakhir sama dengan ketidakpuasan saya terhadap film-film lain yang diangkat dari sebuah novel.

Dalam film tersebut saya merasa ada perbedaan dan saya agak dibuat meloncat-loncat memutar otak “ini bagian yang mana? Koq begini sih?”. Namun tidak memungkiri kadang saya dibuat kagum dengan tingkah bocah-bocah belitung ini, dan suasananya. Dan menurut saya setting tempat dan pemilihan karakter cukup pas, meskipun hanya beberapa karakter saja yang menonjol yaitu Ikal, Mahar, Lintang, Bu Mus, dan Pak Harfan sesuai novelnya.

Ada beberapa bagian yang saya suka dalam film ini diantaranya ketika Ikal jatuh cinta pada anak pedagang Toko Sinar Harapan, A Ling. Adegan ketika Ikal melihat kuku-kuku cantik A Ling yang kemudian diberi efek sinar dan bunga-bunga mekar yang sangat pas dengan suasana hati Ikal saat itu. Saya terpingkal-pingkal dibuatnya. Kemudian sampai pada saat ketika Ikal patah hati ketika tahu A Ling pergi ke Jakarta. Ikal diam seribu bahasa bahkan pada film tersebut digambarkan barang dagangan di toko pada jatuh semua dan kotak kapur jatuh berantakan sangat pas sekali. Sekali lagi saya tertawa kencang. Bahkan si Mahar menyanyikan lagu bunga seroja untuk Ikal, lucu banget, dengan polosnya laskar pelangi yang lain ikut menari “kosidahan”. Saya ingat lagu ini sangat disukai Mertua saya, bahkan keponakan saya yang masih umur belum genap 3 tahun bisa menyanyikan, maklum Mertua saya dari Melayu.

Kemudian Mahar, seniman kecil yang suka sekali mendengarkan musik di radio, terutama jazz. Hanya dengan model menjemur baterai yang sudah habis di atap sekolah Mahar bisa mendengarkan radio terus menerus tanpa harus membeli baterai baru, sungguh cerdik. Mahar adalah kunci kesuksesan SD Muhammadiyah untuk pertama kali yaitu ketika lomba karnaval. Hanya dengan modal daun, buah gatal yang dikalungkan, bocah-bocah laskar pelangi berhasil menyabet juara. Sungguh lucu menggelikan.

Lintang. Bocah pesisir yang pertama kali datang ke sekolah mendaftarkan diri untuk sekolah meskipun jauh sekali jarak rumahnya dengan sekolah SD Muhammadiyah. Karakter Lintang dari awal membuat saya dan istri tertegun, kagum. Bahkan pemerannya pas, klop menurut saya. Saya merasa karakter lintanglah yang paling menggetarkan hati, menggugah nurani, mengena sekali. Karakter seorang bocah pantang menyerah, mandiri, cerdas, menggantungkan cita-cita setinggi langit. Namun sayang ketika berhasil memperoleh piagam penghargaan atas prestasi juara cerdas cermat ayahandanya meninggal sewaktu melaut, maka Lintang pun harus putus sekolah karena harus menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya karena dia yang tertua. Bahkan ketika Ikal sudah dewasa dan kembali ke Belitung untuk mengucapkan terima kasih kepada teman-temannya, Lintang tetap tidak berubah. Menjadi kuli namun tetap mempunyai semangat dan cita-cita yang tinggi yang kemudian menurun ke anaknya, cerdas.

Wah rasanya tidak cukup klo saya banyak bercerita disini, sebaiknya anda bergegas membeli tiket dan menonton di bioskop bersama istri, suami ataupun teman-teman anda agar suasanya menjadi lebih mengasyikkan.

SD Muhammadiyah

bocah-bocah laskar pelangi

Mahar

Lintang

Ikal

Karnaval Laskar Pelangi

Comments
  1. Muda Bentara says:

    Wahhhh … sayang di aceh gak ada bioskop ….. tapi novelnya pun telah menghilangkan dahaga kaum-kaum intelektual untuk lebih mengakar …

  2. kalo menunggu diputar di TV sepertinya masih lama Mas, hehehe.. Tapi khan masih bisa beli DVD dan menonton bersama keluarga, pasti akan seru sekali.

  3. rahmat fauzi says:

    filmnya seruuuuuuuu kelo perlu di putar lg di tv

  4. taryan says:

    kalau menurut saya Filmnya lebih bagus daripada novelnya laskar pelangi, riri reza dan mira lesmana sangat cerdas membawa alur cerita kepada yang lebih realistis.

    Dalam novel mahar menyanyikan lagu Tennese Waltz karya Anne Muray sedangkan dalam film mahar menyanyikan lagu seroja yang merupakan lagu melayu. ada juga lintang yang sudah pandai memakai rumus integral tanpa adanya perhitungan secara tertulis, perdebatan lintang dan drs zulfikar guru fisika teladan pn timah yang terlalu meninggi.

    lagu begadang-2 dalam film memang merupakan lagu yang lagi ngetren dibelitong pada tahun itu.

    sedangkan di film cerita lebih realistis dan natural.

    Andrea terlalu berlebihan dalam menulis sebuah karya sastra tanpa disertai data-data yang benar.

    Adanya beberapa bagian yang ditiadakan dalam film seperti trapani yang menjadi gila karena ketergantungan sama ibunya, societeit de limpai yang mengunjungi pulau lanun, tuk bayan tula. adalah merupakan hal yang wajar karena banyak hal-hal yang dianggap tidak mungkin dilakukan oleh anak seusia itu dan disisi lain dianggap sisi negatif seseorang sehingga tidak patut dipertontonkan atau di tiru

    dan dalam hal ini pembaca laskar pelangi jangan terlalu berlebih-lebihan dalam membaca atau memuji laskar pelangi, andrea terlalu emosional dalam menulis. dan andrea pun mengakui kalau filmnya lebih bagus dari novelnya.

    so bagi pembaca yang sekaligus menonton filmnya jangan kecewa terhadap filmnya. justru harus lebih kritis terhadap novelnya…

  5. wah mantab mas reviewnya, memang beberapa hal pada novel dihilangkan namun tidak mengurangi pesan, pencitraan film yang realistis dan sangat menyentuh.

    Terima kasih sudah mampir.

  6. rianda says:

    film nya jauh dari harapan .. banyak bagian yang lebay,,
    surat dari a-ling aja ga dibacain
    pas bagian yang sedih malah dibikin lebay ga kaya’ baca novel nya
    mending ga usah dibikin aja film nya dari pada kaya’ gini

    MENGECEWAKAN…..

  7. Furqhan says:

    Adujh saya sudah tiga kali gagal nonoton Laskar Pelangi di Bioskop,Kepingin Sekali dapat VCD nya Laskar Pelangi dari tanda tangan Andrea Hirata,

    Saleum Furqan di Banda Aceh

  8. Film ini emang keren… natural banget!!🙂 Pemainnya saja rata2 asli anak Belitong. Saya juga sependapat dg anda, karakter yg paling mengagumkan sekaligus bikin trenyuh adalah Lintang. Jenius bangeet, namun nasib dia tak seberuntung Ikal yg bisa menggapai mimpinya ke Perancis.. sampai dia pun tersenyum bangga dg keberhasilan sahabatnya itu dan memajang kartu kenang-kenangan Ikal di dinding. Dan hal yg lucu dan bikin kami ketawa pas si Ikal bingung mikirin A-Ling di padang Ilalang trus dikasih backsound nyanyian deh ma Mahar..😀 hehe..
    Agak beda ma film2 Indonesia lainnya.

  9. sizan says:

    film ini sangat bagus tuk anak pelajar seperti buat aq filem ini agar anak pelajar bersemangat.

  10. endah says:

    filmnya bagus banget tuh…

    jadi kangen mau cpt2 pulang ke belitung tercinta…

    wait me belitung

  11. Ari FAhry says:

    Sungguh menyentuh…sarat dengan makna apa yang disajikan oleh mas andrea hirata, n mba riri reza, bomingx laskar pelangi serta antusias masyrkt indonesia untuk mendptkan n menontonx merupkan sebuah pertnda bahwa masyrakt kita sedang haus dgn film2 yg bertma pndidkn, ini bsa jadi pelajarn bagi sutrda indonsia untuk membuat karya yg lebih bermutu plus…mencrdaskan anak bangsa…
    walau smpai hari ini sya masih bertnya2 n pnsaran dgn tokoh lintang bnarkah fiktif ???

  12. @Ari Fahry
    tokoh lintang masih menjadi tanda tanya sampai skr, karena memang dari pertanyaan yg diberikan kepada temen2 andrea mereka juga tidak kenal lintang, bahkan mereka mengiran lintang adalah andrea itu sendiri.

  13. @endah
    ah dari belitung yah? Aku lihat2 dari forum pemandangan di belitung sungguh menakjubkan, nuansa alami dan syarat kehangatan penduduknya…

    mungkin suatu hari bisa mampir kesana…amin

  14. Tytha says:

    hii…
    aku dr plembng…
    dkt dgn belitong???
    aqw k’pngin skli ksn…
    k belitong….
    doa kn b…
    krna doa Tuhan slalu memberkati kita smuwa…:)
    amin

  15. Tytha says:

    huhhuhu…
    aqw kgen bgt ma anak2 Laskar Pelangi…
    terutama ma Mahar…
    aqw sukak bgt tuh ma Bocah…
    tp…
    aqw jg sukak ma Lintang…
    krna diahh…
    tmen2 bisa smangat bljar…dn dia jg kk yg sgt bertngung jwb
    Ikal jg…
    dia dpt meraih cita2ny untk k Paris..

  16. nisa says:

    Qu ska bgt sma Lsakar Pelang film’a membwat qta sdar akn pntng’a skolah,,,,
    gg lma agy mw da di tv khant,dck gug sbar nuih mw nuntund,,,
    gu dch bca bku’a n sru dch, n aq nangis krna da crita yg mnghrukn v jga da jga yg bwat qu t’senyum,,,

  17. nti niez says:

    laskar pelangi. . .
    penggugah semangat belajar anak2 indonesia
    mahar. . . ganteng abizzzzzz
    kpan y. . bsa ktemu

  18. ciepemilikhattii says:

    i like laskar pelangi… ggx bosen bosen nonton film laskar pelangi..
    aku ingin rajin bljr seperti nax” laskar pelangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s